Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendirian. Segalanya harus dijalani dengan mengadakan hubungan kepada sesama, demi tercapainya kebutuhan. Sering pada pergaulan itu, kita salah melangkah menentukan keputusan. Rasulullah SAW. adalah sebaik-baik pembimbing, begitu pula untuk setiap langkah umat dalam membentuk persaudaraan melalui ikatan sehat dan mengasyikkan. Penulis mengutip dari buku berjudul "Menasihati Tanpa Menggurui" karya Mhd. Rois Almaududy. Buku ini merangkum semua nasihat Rasulullah SAW. dalam mencipta hubungan sejati maupun mengatasi setiap permasalahan di dalamnya, tanpa terlihat menggurui. Semoga menjadikan kita tetap merasa santai membaca halaman demi halaman tanpa rasa jenuh.
Menasihati Tanpa Menggurui
Sahabatku, manfaat besar dari pergaulan sehat adalah adanya rekan yang membantu kita menjadi lebih baik. Yakni lewat jalan saling menasihati. Sebab kita punya banyak kekurangan yang mungkin kapan saja diisi kekhilafan. Sahabat baik akan datang meluruskan bila melihat kita menempuh jalan salah.
Nah, sebab itulah kita perlu membiasakan diri menasihati sesama dengan cara baik. Selain membutuhkan nasihat, hendaknya kita belajar juga cara memberi nasihat bijaksana. Bisa jadi kita sudah memiliki nasihat baik untuk sahabat, tetapi karena cara menyampaikan tidak benar akhirnya sahabat merasa digurui bahkan dihakimi, Alih-alih menerima nasihat, sahabat kita justru ingin mengingkari. Berikut beberapa hal yang harus kita perhatikan ketika memberi nasihat benar kepada sesama. Mudah-mudahan dengan memperhatikannya, kita bisa menjadi penasihat baik untuk saudara.
Pertama, benar isinya. Ini paling utama. Sebelum berbicara, pastikan dulu isi nasihat yang ingin kita sampaikan sudah benar. Tentu ini menuntut kita memahami secara utuh terlebih dulu kondisi teman yang hendak diberi nasihat. Jangan sampai panjang lebar berbicara ternyata kita salah menyimpulkan keadaan. Itu konyol namanya. Bukannya rasa simpati besar yang muncul, melainkan rasa dongkol yang akan mengisi hati sahabat, kalau kita berani memberinya nasihat tanpa memahami kenyataan terlebih dulu.
Kedua, benar cara menyampaikannya. Ini terkait bagaimana sikap saat berbicara, hendaknya dengan santun, lembut, dan tidak terkesan memberi vonis. Bisa saja kita meminta pertimbangan kepada sahabat terlebih dahulu, agar ia merasa ide yang hendak kita sampaikan berasal dari olah pikirnya sendiri, bukan hasil penekanan. Maka, seharusnya kita memulai memberi nasihat dengan cara bertanya. Misalnya, "Bagaimana menurutmu kalau ...?", "Kalau misalkan apakah mungkin akan terjadi Pertanyaan-pertanyaan pancingan semacam ini membuat seseorang memikirkan ide yang hendak kita sampaikan sehingga ia merasa ide tersebut bukan sepenuhnya dari kita.
Ketiga, benar waktu menyampaikannya. Pilihlah waktu paling tepat menyampaikan nasihat yakni saat sahabat dalam kondisi relaks. Hindari pula memberi nasihat di tengah khalayak ramai, apalagi berbicara dengan nada keras sehingga orang lain bisa mendengar jelas. Teman yang diberi nasihat di tengah keramaian cenderung melawan nasihat sebab ada dorongan ego yang menuntunnya untuk menjaga marwah agar tidak malu. Maka, tunggulah sampai tiba keadaan sepi sehingga pembicaraan bermutu bisa dilakukan.
Keempat, benar tujuannya. Nah, ini paling pokok. Apa motif kita menasihati sesama? Apakah untuk kebaikan sahabat kita ataukah hanya memenuhi dorongan nafsu menjatuhkan sesama? Kitalah yang paling tahu. Andai tujuannya tidak benar, sebaiknya tidak diwujudkan. Sebab dampaknya adalah keretakan hubungan. Bukannya menjadi lebih baik, kita justru menumbuhkan bibit permusuhan. Persis bila kita dinasihati orang yang sebenarnya punya maksud buruk sehingga lewat "nasihat" itu sebenarnya ia hanya ingin menjatuhkan.
Adapun bila kita yang berada di posisi penerima nasihat, hendaknya menerima nasihat dari seorang sahabat dengan tangan terbuka. Sebab nasihat adalah penanda kepedulian. Bila seorang sahabat tidak peduli, tentu ia akan membiarkan kita tetap salah.
Sahabatku, inilah yang harus kita perhatikan saksama. Semoga kita bisa membangun pergaulan sehat, pergaulan yang bisa membentuk kita menjadi pribadi lebih baik sebab menumbuhkan budaya saling menasihati dengan bijaksana.
Almaududy, R. 2022. Menasihati Tanpa Menggurui. Semarang: Syalmahat Publishing.



Komentar
Posting Komentar