Cerita ini dikutip dari buku yang berjudul "Ketika Kau Tumbuh Nanti, Nak" karya Anwar Marwini. Sebuah nasihat yang berharga dan penyemangatmu saat kamu mulai berpikir untuk menyerah. Selamat Membaca :))
BERMIMPILAH DAN KEJARLAH SEMUA IMPIANMU
A. BANGUNLAH MIMPI-MIMPIMU SEKARANG JUGA
Nak, jangan pernah takut untuk bermimpi. Bagi sebagian orang, bisa jadi ungkapan ini dianggap tidak berguna. Memangnya, apa yang bisa dihasilkan dari sebuah mimpi? Bukankah mimpi tidak lebih dari kenyataan semu belaka, kenyataan yang hanya dalam angan, dan tidak dapat memberikan apa pun?
Sebagian orang memang menyepelekan arti pentingnya seseorang memiliki mimpi. Bahkan, tidak sedikit orang yang menyepelekan ketika kita mengutarakan berbagai mimpi yang telah kita miliki. Namun, ketahuilah, nak, bahwa meskipun tampak sederhana, mimpi memiliki peran yang cukup besar bagi keberhasilan setiap orang.
Sebelum seseorang berhasil mencapai prestasi yang membanggakan dalam hidupnya, terlebih dahulu mereka memiliki mimpi. Kemudian, berbagai mimpi itulah yang menjadikan mereka memiliki kekuatan dan motivasi untuk melakukan banyak hal yang dapat mengantarkannya meraih semua yang diimpikan.
Oleh karena itu, bangunlah mimpi-mimpimu saat ini juga. Banyak orang hebat di dunia ini yang mencapai kehebatan karena sebuah mimpi. Maka, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa manusia terbaik ialah mereka yang masih memiliki mimpi dalam hidupnya.
Dengan adanya mimpi, kamu akan memiliki sugesti untuk berbuat lebih baik, tekun, dan lebih bersemangat. Selain itu, dengan adanya mimpi, kamu akan berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi berbagai masalah yang kamu hadapi sampai kamu berhasil meraih semua impianmu.
Terkadang, nak, seseorang tidak bisa mencapai keberhasilan karena adanya penghalang dalam dirinya. Dan, penghalang itu tidak lain ialah karena mereka tidak memiliki mimpi sama sekali dan tidak memiliki keinginan yang tinggi. Orang seperti itu hanya menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja, tidak memiliki motivasi untuk menciptakan perubahan yang berarti."
Pepatah mengatakan, "Jangan pernah takut untuk bermimpi Bangunlah mimpimu setinggi mungkin karena bermimpi tidak berbahaya. Memang benar bahwa bermimpi tidak berbahaya. Justru, hal yang berbahaya ialah ketika orang sudah tidak memiliki mimpi dalam hidupnya atau ia hanya mau bermimpi, tetapi tidak mau mewujudkan mimpinya. Seseorang yang memiliki mimpi dalam hidupnya akan selalu berusaha mencari dan menciptakan peluang.
Mereka tidak akan pernah membiarkan waktunya berlalu dengan percuma tanpa ada kegiatan dan aktivitas berarti. Mimpi-mimpi itu telah membuat banyak orang terus bergerak, melakukan berbagai percobaan. Memang, adakalanya usaha tersebut gagal. Namun, kegagalan itu tidak mampu mengubur mimpinya.
Presiden
pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dalam kata katanya yang terkenal
berkata, "Gantungkan mimpimu setinggi langit." Dan, ada ungkapan lain
yang kurang lebih memiliki pesan yang sama, "Meskipun tubuhmu berada di
Bumi, tapi mimpimu harus setinggi langit." Mimpi-mimpi inilah yang
kemudian banyak menciptakan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
B.
AWALI KESUKSESANMU MELALUI MIMPI
Sudah bukan rahasia lagi bahwa banyak pencapaian besar di dunia ini yang berawal dari mimpi. Bahkan, beberapa penemuan besar juga pada awalnya hanyalah sebuah mimpi. Namun anehnya, banyak orang yang takut bermimpi. Lebih tepatnya, mereka takut gagal dan kecewa karena terlalu bermimpi. Bahkan, di masyarakat ada ungkapan yang sudah sangat sering dilontarkan, "Kalau bermimpi jangan tinggi-tinggi, nanti jatuh sakit rasanya."
Memang apa salahnya memiliki mimpi yang tinggi? Sebuah mimpi besar, bila memang dimunculkan dari perasaan yang bersungguh-sungguh, maka tetap akan memberikan pengaruh positif bagi kita. Setidaknya, ketika kita memiliki mimpi yang tinggi dan sungguh-sungguh berusaha mewujudkannya, kita akan memperoleh banyak pengalaman, meskipun tidak semua mimpi itu terwujud.
Nak,
seseorang boleh saja bermimpi menaiki puncak gunung yang paling tinggi.
Meskipun pada akhirnya hanya sampai di lerengnya dan tidak benar-benar mencapai
puncak tertingginya, setidaknya mereka telah memperoleh pengalaman selama
perjalanannya sampai tiba di lereng gunung itu. Hal terpenting harus kamu
pahami ialah jangan ragu dan takut untuk mengejar semua impianmu. Sebab, di
mana-mana, kesuksesan berawal dari sebuah mimpi.
C.
PUPUKLAH SEMANGATMU DENGAN MIMPI
Sebagaimana yang lain, kamu harus memiliki mimpi untuk menjadi orang sukses dan berusaha mengejarnya tanpa ragu dan takut. Keraguan dan ketakutan mengejar mimpi bukan hanya mengubur mimpimu, tetapi juga mengubur peluang untuk menjadi sukses dan berhasil.
Jadikanlah mimpimu sebagai pupuk atas benih-benih semangatmu. Semakin hidup mimpi-mimpimu, kemungkinan akan semakin besar pula semangatmu. Carilah orang-orang yang dapat terus menghidupkan mimpi dan semangatmu sekaligus, kemudian abaikan mereka yang menganggap bahwa bermimpi itu hanyalah buang-buang waktu atau tidak berguna.
Ada sebuah kisah yang penting kamu renungkan tentang pentingnya mengejar mimpi walau apa pun yang terjadi. Dikisahkan bahwa konon ada gadis yang suka sekali menari, Bahkan, bisa dibilang gadis itu pandai menari dibanding teman teman seusianya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika gadis itu sering memenangi perlombaan tari di sekolahnya. Lantaran gadis itu merasa memiliki bakat serta kemampuan menari dan sering memenangi perlombaan di kelasnya, kemudian ia bermimpi menjadi penari profesional yang diakui dunia.
Kemudian, gadis itu memimpikan bahwa suatu saat ia bisa menari di beberapa negara di dunia, di atas sebuah panggung megah, dan disaksikan ribuan penonton yang memberinya tepuk tangan meriah. Sejak ia memiliki impian seperti itu, setiap hari gadis tersebut berlatih menari dan mempelajari banyak gerakan tari yang belum ia kuasai.
Sampai pada suatu hari, kotanya dikunjungi oleh pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat karena telah melahirkan banyak penari profesional kelas dunia. Kabar itu sangat menggembirakan hati si gadis dan ia ingin sekali menari di depan sang pakar, memperlihatkan kemampuan menarinya Bahkan, gadis itu ingin menjadi muridnya, sehingga bisa belajar menari lebih baik lagi. Kesempatan yang ditunggu-tunggu itu pun tiba. Kemudian, si gadis kecil itu menemui sang pakar di panggung tempat dilangsungkannya pertunjukan tari
Si gadis bertanya, "Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah Anda punya waktu sejenak untuk menilai saya menari? Saya ingin tahu apa pendapat Anda tentang tarian saya" "Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit," jawab sang pakar.
Gadis itu pun mulai menari. Namun, belum 10 menit berlalu, sang pakar meninggalkan si gadis begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun sebagai penilaian. Melihat sikap sang pakar tersebut, perasaan si gadis hancur. la merasa sangat kecewa dan pada saat pulang ke rumahnya, ia sudah tidak memiliki semangat untuk belajar tari. Di rumahnya, ia langsung menangis tersedu-sedu. la membenci dirinya karena menganggap bahwa kemampuannya menari selama ini seakan tidak ada artinya lagi. Gadis itu mengubur mimpinya menjadi penari dunia hanya karena sikap sang pakar. Sejak saat itu, ia bersumpah tidak akan pernah akan lagi menari.
Setelah puluhan tahun, sang gadis itu pun menikah dan memiliki tiga orang anak. Sejak suaminya meninggal, ia bekerja menjadi pelayan di sebuah toko di sudut jalan. Hingga pada suatu hari, ia mendengar ada sebuah pergelaran tari yang diadakan di kotanya. Si gadis yang telah menjadi ibu tadi pun hadir mengajak tiga orang anaknya. la melihat sang pakar yang dulu mengacuhkannya berada di antara para menari muda di belakang panggung.
Sang pakar itu nampak sudah sangat tua, rambutnya pun sudah putih. Seusai acara, ibu itu membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar. Sang pakar masih mengenali ibu ini, kemudian mereka bercerita secara akrab. Si ibu bertanya, "Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan Anda beberapa tahun silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya saat itu, sehingga Anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa mengatakan sepatah kata pun?"
Sang pakar mencoba mengingat-ingat. Kemudian, ia tersenyum, "Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-tiba berhenti dari dunia tari," jawab sang pakar.
Mendengar jawaban sang pakar, si ibu sangat terkejut.
"Ini tidak adil," serunya. "Bagi saya, sikap Anda dulu telah mencuri semua impian saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa Anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa menit? Seharusnya, Anda memuji saya, bukan mengacuhkan saya begitu saja. Mestinya, saya bisa menjadi penari kelas dunia, bukan hanya menjadi pelayan toko!"
Si pakar menjawab lagi dengan tenang. "Tidak. Saya rasa saya telah berbuat benar. Anda tidak harus minum satu barel anggur untuk membuktikan anggur itu nikmat. Demikian juga saat itu, saya tidak harus menonton Anda 10 menit untuk membuktikan tarian Anda bagus. Malam itu, saya juga sangat lelah setelah pertunjukan. Maka, sejenak saya tinggalkan Anda untuk mengambil kartu nama saya dan berharap Anda mau menghubungi saya lagi keesokan harinya. Tapi, Anda sudah pergi ketika saya keluar. Dan, satu hal yang perlu Anda camkan, bahwa Anda mestinya fokus pada impian Anda, bukan pada perkataan dan tindakan saya. Anda lihat, ini sebenarnya hanya masalah sepele. Seandainya, pada waktu itu Anda tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap menari, mungkin hari ini Anda sudah menjadi penari kelas dunia. Mungkin, Anda sakit hati pada saat itu. Namun, sakit hati itu akan segera hilang begitu Anda mengayunkan langkah berlatih kembali. Tapi, sakit hati Anda karena penyesalan hari ini tidak akan pernah hilang selamanya."
Apa yang dapat kamu pelajari dari kisah tersebut, nak?
Di
dunia ini, bahkan di sekitarmu banyak orang yang kecewa hanya karena tidak
memiliki mimpi. Tidak sedikit juga orang yang harus menanggung penyesalan di
kemudian hari karena terlalu mudah mengubur mimpinya hanya karena merasa tidak
dihargai orang lain. Kamu yang memiliki mimpi dan kamu yang harus mengejarnya.
Kelak, kamu juga yang akan menikmati hasilnya. Maka, jangan terlalu terpengaruh
oleh pendapat orang-orang yang menilaimu dengan semua mimpi-mimpimu.
Marwini, A. 2022. Ketika Kau Tumbuh Nanti, Nak. Yogyakarta : C-Klik Media.

.jpeg)


Komentar
Posting Komentar