Jangan Pernah Takut Gagal

Tulisan ini dikutip dari buku yang berjudul "Ketika Kau Tumbuh Nanti, Nak" karya Anwar Marwini. Nasihat kali ini akan menginspirasi kamu untuk tidak pernah takut mencoba, tidak takut gagal dan memacu kamu untuk terus bertumbuh. Selamat membaca dan semoga bermanfaat..


JANGAN PERNAH TAKUT GAGAL


A. JANGAN TAKUT, SEMUA ORANG PERNAH GAGAL

Pepatah mengatakan bahwa kegagalan ialah keberhasilan yang tertunda. Pendapat itu sangat tepat, nak. Sebab, setiap orang yang memperoleh keberhasilan pasti pernah melalui kegagalan. Tidak ada orang yang meraih kesuksesan dan keberhasilan tanpa sekalipun mengalami kegagalan. Oleh karena itu, kegagalan merupakan pengalaman semua orang. Untuk apa kamu takut pada kegagalan?

Bahkan, sejarah kehidupan manusia berangkat dari kegagalan, nak. Saat kecil, ketika hendak belajar berdiri dan berjalan, setiap orang pasti gagal pada awalnya. Namun berangkat dari kegagalan itulah, pada akhirnya anak-anak bisa tumbuh, dapat berdiri, berjalan sampai kemudian bisa berlari.

Oleh karena itulah, nak, jangan pernah takut menjadi orang yang pernah gagal. Namun, hal yang harus kamu takuti ialah bila kamu sampai kehilangan harapan, putus asa, dan takut mencoba kembali setelah mengalami kegagalan.


Pada saat kamu sedang mengalami kegagalan dalam hal apa pun, yakinlah bahwa bukan hanya kamu sendiri yang pernah mengalami hal itu. Namun, jutaan orang di seluruh dunia juga pasti pernah mengalami hal yang sama. Kamu tidak sendiri ketika kegagalan itu menimpa hidupmu. Ada orang lain yang juga ditimpa kegagalan.

Hanya saja, ketika gagal tidak setiap orang memiliki semangat yang sama untuk kembali bangkit. Hanya mereka yang memiliki hati sabar dan tabah, tidak putus asa dan pantang menyerah, yang akan berhasil melewati fase kegagalan.


Maka, bertanyalah kepada diri sendiri, apakah kamu memiliki semangat juang yang sama sebagaimana orang lain yang sudah berhasil melampaui kegagalannya sehingga mereka berhasil? Ataukah, kamu menjadi orang yang sebaliknya, yaitu putus asa dan tidak memiliki kemauan lagi untuk kembali bangkit.

Nak, terkadang, kegagalan memang harus selalu menyertai perjalanan manusia. Untuk apa? Tidak lain agar setiap orang belajar mengenali dirinya, kemampuannya, caranya berjuang, dan lain sebagainya. Kamu tidak akan pernah mengetahui caranya bangkit dari keterpurukan jika tidak pernah mengalami kegagalan.

Selain itu, kegagalan merupakan guru terbaikmu dalam hal kesabaran. Kamu tidak akan pernah mengetahui seberapa besar kesabaranmu seandainya kamu tidak pernah mengalami atau merasakan kegagalan. Dulu, seandainya gagal naik kelas bisa jadi kamu akan merah dan kecewa. Namun, apa untungnya kemarahan dan kekecewaan itu? Tidak ada. Kamu hanya perlu bersabar untuk memperbaiki cara belajarmu, meningkatkan ketekunan dalam belajar, dan menjalani semua itu dengan penuh kesabaran. Secara tidak langsung, kegagalan telah mengajarimu cara bersabar meskipun awalnya memang cukup berat.

B. TERUSLAH MEMPERBAIKI DIRI

Suatu waktu, Benyamin Franklin pernah berkata, "Jangan takut berbuat salah. Sebab, dari situ kamu akan mengetahui kegagalan. Namun, teruslah menjangkau apa yang kau inginkan." Nasihat mantan presiden Amerika ini bukan mengajarkan agar kita selalu berbuat salah. Namun, nilai yang bisa dipetik ialah jangan pernah takut melakukan kesalahan ketika sedang mencoba merintis suatu hal. Dari kesalahan itu, memang akan membuahkan kegagalan. Namun, dari kegagalan itulah kita berkesempatan mempelajari banyak hal.

Einstein harus mengalami berbagai kegagalan secara berulang-ulang sebelum menemukan teori relativitasnya yang hingga sekarang. Bisakah Einstein dikenal hingga hari ini bila pada waktu itu ia berhenti mencoba karena mengalami kegagalan?


Mungkin benar, nak, bahwa semua kemajuan sejarah peradaban manusia dimulai dengan sebuah kegagalan. Dan, menurut M. Suyanto, hal yang membedakan orang sukses dan orang yang rugi terletak pada cara mereka menyikapi kegagalan. Orang sukses menyikapi kegagalan sebagai bagian dari kesempatan untuk bisa kembali bangkit dan lebih baik. Sedangkan, orang yang rugi ialah mereka yang ketika mengalami justru menganggap bahwa berhenti mencoba untuk bangkit merupakan pilihan lebih baik.

Jadi teruslah memperbaiki diri ketika suatu waktu kamu mengalami kegagalan. Jangan pernah merasa putus asa hanya karena kamu mengalami kegagalan. Sebab, sikap yang paling dibenci oleh Allah Swt. antara lain ialah putus asa. Ketika kamu sudah putus asa akibat kegagalan, secara tidak langsung kamu menafikan keberadaan Allah Swt. yang dapat memberimu bantuan dan pertolongan. Seakan, kamu menyia-nyiakan potensi terbaik yang sudah diberikan Allah Swt. kepadamu agar kamu menjadi orang berguna dan beruntung.


Selama kamu beriman kepada Allah Swt., jangan pernah putus asa meskipun kerap mengalami kegagalan. Sebab, putus asa merupakan sikap orang-orang yang ingkar dan kufur kepada-Nya. Mereka yang tidak percaya kepada Tuhan akan sangat mudah merasakan putus asa, karena tidak memiliki sandaran batin ketika sedang diuji dengan kegagalan.

 

C. PELAJARI HAL YANG MEMBUATMU GAGAL

Cara paling menguntungkan ketika seseorang mengalami kegagalan ialah mempelajari berbagai sebab kegagalan itu terjadi. Mengapa disebut menguntungkan? Sebab, kegagalan sering dipengaruhi oleh banyak faktor. Semakin kita mengetahui berbagai faktor yang membuat seseorang gagal, kita akan semakin mudah memperbaiki keadaan.

Bisa jadi, kamu sudah mengetahui sebuah peribahasa yang mengatakan bahwa pengalaman merupakan guru paling berharga dan kegagalan merupakan pengalaman. Bisa jadi, kegagalan sangat menyakitkan bagi sebagian orang. Namun, sesakit apa pun pengalaman yang bernama kegagalan, ia tetap guru terbaik bagimu. Sebab, tanpa pernah mengalami kegagalan, kamu tidak akan belajar lebih baik lagi.

Pada saat mengalami kegagalan, bisa jadi kamu memerlukan motivasi dari yang lain. Namun, motivasi terbaik sebenarnya ada di dalam hatimu sendiri, yaitu iman dan kesabaran untuk berusaha kembali tanpa putus asa. Sebab, apalah artinya nasihat orang lain bila kamu sendiri tidak memiliki kesabaran dan keinginan untuk bangkit dari kegagalan? Itulah sebabnya Rasulullah Saw bersabda bahwa kepribadian orang beriman sangat menakjubkan. Bila mereka memperoleh karunia, termasuk keberhasilan, maka mereka bersyukur. Sedangkan, ketika mereka mendapat cobaan, termasuk kegagalan, maka mereka bersabar. Rasa syukur dan sabar merupakan kekuatan yang dapat menjadikan seseorang tidak lupa diri saat berhasil dan membuat orang tidak berputus asa ketika gagal.



Marwini, A. 2022. Ketika Kau Tumbuh Nanti, Nak. Yogyakarta : C-Klik Media. 

Komentar