Temukan Lima Rahasia Sebelum Mati

 


Tahukah anda mengapa sebagian orang mendapatkan lebih banyak kebahagiaan dibandingkan orang lain? Mengapa sebagian orang hidup lebih baik dan meninggal dalam kebahagiaan? Sedangkan yang lain meninggal dalam penyesalan?

Tulisan ini adalah ringkasan dari buku yang berjudul “Temukan Lima Rahasia Sebelum Mati” oleh John Izzo Ph.D (International Bestselling Author).

Buku ini dapat dibaca oleh siapa saja, dengan usia berapa saja. Orang muda yang mulai menjejaki kehidupan, kalangan paruh baya yang ingin menemukan keutamaan hidup sebelum terlambat, pembaca berusia lanjut yang ingin bercermin atau merenungkan kembali kisah kehidupan orang-orang sebaya mereka dan orang-orang yang ingin mewariskan kebijaksanaan hidup kepada para penerusnya. Siapa bilang kita baru bisa bijaksana setelah tua? Kita bisa mencapai kebijaksanaan lebih dini asalkan berusaha.


Mengapa ada orang yang dapat menemukan makna hidup dan mati bahagia?

Untuk bisa hidup bijak, kita harus memahami dua fakta paling mendasar tentang kehidupan manusia. Pertama, waktu kita di dunia ini amat singkat dan kita tidak mengetahui kapan ajal tiba. Kedua, dari keterbatasan waktu dan ketidakpastian ajal itulah kita memiliki pilihan-pilihan tak terbatas untuk memanfaatkan waktu yang ada dan pilihan-pilihan itulah yang menjadi jalan hidup kita. Fakta bahwa kita pasti akan mati dan umur kita ada batasnya menegaskan pentingnya kita mencari rahasia-rahasia kehidupan. Kalaulah kita bisa hidup kekal selamanya, pencarian jalan kebahagiaan dan tujuan hidup yang sejati menjadi tidak penting lagi. Dan sudah jelas keabadian itu tidak kita miliki. Berapa pun usia kita saat ini, sesungguhnya kematian itu amat dekat.

Sang waktu, di satu sisi, tampak begitu keji ketika dia merampas segala sesuatu yang paling kita hargai (setidaknya dalam kehidupan ini); tetapi di sisi lain, dia amat “dicintai” karena kefanaan kita membuat hidup menjadi begitu berharga dan harus diisi dengan suatu tujuan. Waktu yang singkat harus dimanfaatkan dengan bijak.

“Ciri utama manusia bijak adalah pandai memanfaatkan waktu”

Theodore Roosevelt


Pengetahuan VS Kebijaksanaan

Untuk mengetahui cara memanfaatkan hidup yang hanya sekali ini dengan sepenuh hati, kebijaksanaan lebih anda perlukan dibandingkan pengetahuan. Pengetahuan hanyalah akumulasi fakta-fakta sedangkan kebijaksanaan adalah kemampuan membedakan antara hal-hal penting dan remeh. Jika kita tidak bisa menemukan apa yang paling penting dalam hidup ini, mustahil kita dapat menemukan makna hidup yang sebenarnya.

“Kebijaksanaan jauh lebih bernilai dari harta apapun”

Sophocles


Dua hal yang paling kita inginkan

Menurut pengalaman John Izzo, dua keinginan mendasar manusia adalah mencari kebahagiaan dan menggali makna hidup. Mencari kebahagiaan disini menunjukkan bahwa semua manusia ingin mendapatkan pengalaman rasa senang dan kepuasan yang mendalam namun kesenangan ini bukan yang bersifat kekal melainkan akumulasi rasa gembira dan kepuasan yang kita dapatkan sehari-hari menciptakan pengalaman yang disebut rasa bahagia. Tetapi manusia tidak cukup puas dengan kebahagiaan. Kita juga ingin menemukan makna hidup. Kebahagiaan tercipta lewat semua kesenangan dan kepuasan yang kita dapatkan sehari-hari, sedangkan makna hidup akan kita dapatkan manakala orang memiliki tujuan utama dalam hidupnya.

Kebahagiaan erat kaitannya dengan momen-momen penting dalam hidup kita; sedangkan makna lebih terikat dengan kesadaran bahwa hidup kita terkait dengan sesuatu yang lain. Mungkin jika kita bisa hidup selamanya, kebahagiaan itu sudah cukup. Tetapi kefanaan membuat kita ingin terkait kepada sesuatu, agar kita tahu bahwa keberadaan kita di alam semesta ini memang bermakna dan dihargai.

“Untuk mencapai hidup yang lebih bermakna, abaikan apa saja kata orang tentang dirimu, dan cobalah mencari jati dirimu secara disiplin -lewat doa dan meditasi- dan bila sudah kau temukan apa yang terpenting dalam hidupmu, berjuanglah untuk mewujudkannya.”

James Autrey


“Hapuslah kata ‘bosan’ dari kosa katamu, dan dimana pun kau berada, pastikan kau jalani momen-momen kehidupanmu dengan penuh makna, karena semua itu tak akan terulang lagi”

Max Wyman

Bagaimana cara kita menemukan rahasia-rahasia kebahagiaan dan makna hidup? Bagaimana kita menemukan rahasia-rahasia untuk hidup mulia dan mati bahagia?

Apakah rahasia itu benar-benar ‘rahasia’?

Kamus mendefinisikan rahasia sebagai “rumus atau rancangan yang tidak banyak diketahui orang.” Tetapi boleh jadi, anda sudah mengetahui ketika membaca buku ini. Walau demikian, yang membuat hal itu tetap menjadi rahasia adalah karena tidak banyak orang mau mengamalkannya dengan yakin dan sungguh-sungguh dalam kehidupan mereka. Hal itu menjadi rahasia bukan karena sesuatu yang baru, melainkan karena keberadaannya telah dibuktikan secara universal oleh berbagai kelompok manusia yang dipandang telah menemukan kebahagiaan dan tujuan hidupnya.

Tolstoy, dalam novel Anna Karenina, menulis : “Semua keluarga bahagia itu sama saja; tetapi setiap keluarga yang tidak bahagia memiliki nestapa sendiri-sendiri.”


Pentingnya berbicara dengan orang tua

 “Ada tiga cara yang bisa kita tempuh untuk belajar kearifan hidup: pertama, lewat permenungan, itulah cara yang paling terpuji; kedua, lewat pengalaman, itulah cara yang paling menyakitkan; ketiga, dengan menirukan, itulah cara yang paling mudah.”

Confusius

Ada pepatah Roma yang mengatakan : “Sebuah rumah yang tak dihuni orang tua akan terasa hampa.” Orang tua sudah melalui asam garam kehidupan dan pengalaman mereka inilah yang bisa kita petik untuk mencapai kebijaksanaan hidup, sehingga kita tidak perlu menunggu tua untuk menemukan kearifan, menemukan hal yang paling utama dalam hidup ini.

 

Rahasia Pertama : Jujurlah pada diri sendiri

Untuk bisa bersetia pada kata hati dan jujur pada diri sendiri, kita harus bertekad untuk hidup dengan penuh kesadaran terlebih dahulu. Socrates pernah berkata : “Hidup yang tak teruji tak layak dijalani”. Dengan kata lain “Jika anda tidak terus-menerus mengkaji kehidupan anda untuk memastikan anda selalu berada di jalur yang benar, ada kemungkinan anda menjalani kehidupan orang lain.” Artinya, anda terus meniti waktu menuju detik-detik terakhir, lalu tiba-tiba sadar bahwa anda hidup mengikuti jejak orang lain.

Bagaimana cara hidup jujur pada diri sendiri?

Jawabannya adalah hidup dengan suatu tujuan, dan secara konsisten merenungkan tiga pertanyaan mendasar tentang hidup sebagai berikut:

  • Sudahkah aku mengikuti kata hati dan jujur pada diri sendiri?
  • Sudahkah hidupku terfokus pada hal-hal yang penting bagiku?
  • Sudahkah aku menjadi sosok yang ku inginkan?

 

“Carilah apa yang jadi panggilan jiwamu, dan wujudkanlah”

Lea Williams 

Alih-alih membandingkan hidupmu dengan orang lain, tanyakan pada dirimu apa yang ingin kamu lakukan untuk hidupmu. Kehidupan bukan sebuah kontes, jadi jangan banding-bandingkan diri anda dengan orang lain. Pembandingan adalah pencurian kebahagiaan. Berikut adalah daftar pertanyaan yang harus anda renungkan setiap minggu agar anda mudah menjalankan rahasia ini:

  • Apakah minggu atau hari ini benar-benar menyenangkan dan sesuai dengan yang ku inginkan? Apa yang dapat membuat hari esok atau minggu depan benar-benar sesuai dengan kata hatiku?
  • Sudahkah minggu atau hari ini aku tampil sebagai sosok pribadi yang ku inginkan? Sosok seperti apa yang akan ku tampilkan esok hari atau minggu depan?
  • Sudahkah aku mengikuti kata hatiku sekarang? Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ‘mengikuti kata hatiku?’
  • Bagaimana aku dapat mempraktikkan rahasia ini secara lebih intensif minggu depan?

Konsekuensi yang timbul jika anda mengabaikan kata hati bisa sangat destruktif, baik terhadap orang lain maupun diri anda sendiri. Di sisi lain, mengikuti kata hati memerlukan keberanian yang besar.

“Ada dua kunci penting untuk mengikuti kata hati yaitu kedisiplinan untuk mendengarkan bisikan hati dan keberanian untuk mengikutinya.”


Rahasia Kedua : Jangan ada penyesalan

 

Kalau kita ingin menemukan kebahagiaan dan arah hidup sejati, kita harus menemukan dan mengamalkan rahasia kedua : jangan ada penyesalan. Agar kelak kita dapat meninggalkan dunia ini tanpa dibebani penyesalan yang dalam, kita harus menjalani hidup dengan berani, gigih mengejar apa yang kita cita-citakan dan jangan menjauh dari apa yang kita takuti. Agar tidak ada penyesalan di kemudian hari, kita harus mampu mengatasi berbagai kekecewaan yang niscaya muncul dalam kehidupan kita.

Simaklah empat pertanyaan yang perlu direnungkan setiap minggu agar anda dapat mempraktikkan rahasia diatas:

  • Apakah aku bertindak karena rasa takut hari ini atau minggu ini? Bagaimana caranya agar aku bisa lebih berani esok atau minggu depan?
  • Sudahkah aku bertindak dengan penuh keyakinan dalam hari atau minggu ini? Bagaimana caranya agar aku semakin yakin pada semua tindakanku dalam hari atau minggu ini
  • Langkah apa yang akan ku ambil sekarang kalau aku harus bertindak atas dasar keberanian dan bukan ketakutan? Perubahan apa yang akan ku ambil sekarang jika aku merenungkan hidupku menurut kaca mata orang tua yang duduk termenung di beranda dan mengenang masa lalunya?
  • Bagaimana aku akan merespon kegagalan-kegagalanku sekarang? Apakah ini sebuah kemajuan atau kemunduran?

 

Rahasia Ketiga : Jadilah cinta

“Cinta itu hakikat kehidupan. Bila dia hilang, hilang pula kehidupan anda.”

Leo Buscaglia 

“Jika Anda ingin orang lain bahagia, berbelas kasihlah. Jika anda ingin bahagia, berbelaskasihlah.”

Dalai Lama

Kita perlu membedakan antara emosi cinta dan keputusan untuk mencinta. Rahasia untuk meraih hidup bahagia dan penuh makna adalah memilih untuk menjadi orang yang penuh cinta, dengan kata lain menjelma menjadi cinta itu sendiri. Walau kita tidak bisa memaksa diri untuk ‘merasakan’ cinta, setiap saat kita bisa memilih untuk menjelma menjadi cinta. Ada tiga cara yang dapat ditempuh untuk mempraktikkan rahasia ini. Pertama, kita harus mencintai diri sendiri. Kedua, memperlakukan orang-orang terdekat kita dengan penuh kasih dan kesadaran.

“Cintailah seseorang dengan sepenuh hati, dan biarkan dia mencintaimu dengan sepenuh hati pula; jalani hidupmu dengan kesungguhan, puaskan rasa ingin tahumu, isilah hidupmu dengan petualangan, dan lakukan semua itu dengan maksimal.”

William Hawfield

Ketiga, kita harus memilih menjadi cinta dalam setiap interaksi kita dengan orang lain.

“Dengarlah bisikan hatimu yang menunjukkan apa yang salah dan benar, membawa kebahagiaan dan rasa damai. Jika kau mengabaikannya, suara-suara itu akan membawa kecemasan, kekecewaan dan nestapa.”

Bert Wilson

Sebuah kisah hebat dari suku Navajo, seorang lelaki tua dari suku tersebut mengaku kepada cucunya bahwa di dalam dirinya sesekali berkecamuk pertarungan yang sangat dahsyat. Dia merasa di dalam dirinya ada dua serigala yang berkelahi. Pertama adalah serigala yang sangat buas. Itulah serigala yang menjelmakan amarah, iri dengki, kesedihan, penyesalan, ketamakan, kesombongan, perasaan sengsara, rasa berdosa, kemarahan, rasa rendah diri, kecongkakan, tak punya nyali untuk memperbaiki diri dan pikiran, takut berjuang mengejar kesuksesan, takut membuktikan kebenaran, takut belajar dari kisah perjalanan hidup orang lain dan belajar dari cermin batin dan mata hati orang-orang itu, dan banyak memakai alasan yang penuh kebohongan. Serigala yang kedua sangat baik. Dialah penjelmaan rasa bahagia, kedamaian, cinta kasih, harapan, keteduhan jiwa, kerendahan hati, kebajikan, empati, kepedulian terhadap orang-orang yang telah menolong kita, kerelaan untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain, dan kesadaran bahwa takdir kita ada dalam genggaman kita sendiri.

Cucunya memikirkan perkataan lelaki itu lalu bertanya : “Tetapi bagaimana, kakek, serigala yang mana yang menang?” Kakeknya menjawab, “Serigala yang ku beri makan”.

Berikut adalah empat pertanyaan yang harus anda renungkan agar berhasil menjalankan rahasia ini:

  • Sudahkah aku membuka hati dan memberi ruang bagi para teman, sanak kerabat, dan membina hubungan yang erat pada hari atau minggu ini? Apakah aku lebih mementingkan materi ketimbang manusia lain di sekitarku?
  • Sudahkah aku bersikap baik dan penuh kasih terhadap orang-orang terdekatku? Bagaimana caranya agar aku bisa lebih menyayangi mereka esok hari atau dalam minggu ini?
  • Sudahkah aku menebarkan cinta dan kebaikan kepada semesta dalam semua interaksiku hari ini atau dalam minggu ini? Sudahkah aku berusaha menciptakan perbedaan bagi orang-orang asing yang ku temui?
  • Serigala mana yang ku beri makan hari ini atau minggu ini? Apakah aku menghabiskan waktu bersama orang-orang yang dapat memicu semangatku? Sudahkah aku menunjukkan cinta kasih pada diriku sendiri hari ini atau minggu ini? Apakah aku menghipnotis diriku sendiri dengan pikiran-pikiran negatif? Bunga ataukah rumput liarkah yang ku tanam ke dalam pikiran sadarku?

 

Rahasia Keempat : Jalanilah hidup dengan sepenuh hati

“Kadang-kadang rasa bahagia membuat anda tersenyum, namun tak jarang senyuman itulah yang membuat anda bahagia.”

Thich Nhat Hanh

Jika hidup memang begitu singkat, maka salah satu rahasia untuk meraih kebahagiaan hidup adalah dengan semaksimal mungkin menikmati dan memanfaatkan waktu yang sempit itu, dan mengupayakan agar setiap detik dan hari yang kita lalui benar-benar menjadi sebuah anugerah.

Pendek kata, menjalani hidup dengan sepenuh hati berarti menjalani, menghayati dan mensyukuri setiap detik kehidupan kita, bukannya menilai atau melaknati kehidupan, melainkan menjalaninya dengan sepenuh hati. Dengan kata lain, jangan terlalu memusingkan masa lalu atau masa depan, melainkan jalanilah setiap detik dalam hidup ini dengan penuh rasa syukur dan tekad yang teguh. Artinya, kita harus sadar bahwa kita memiliki kekuatan hati untuk berpuas hati dan berbahagia.

“Manusia yang selalu hidup untuk esok hari tak akan pernah mencapai mimpi-mimpinya.”

Leo Buscaglia

Menjalani hidup dengan sepenuh hati bukan semata-mata menjalani detik demi detik yang berlalu; pengertiannya jauh lebih dalam dari itu. Hal terpenting yang pertama kali John pelajari adalah bahwa para tetua yang bijak bestari senantiasa menyikapi setiap hari sebagai anugerah yang tak terkira-kira besarnya. Orang yang sungguh-sungguh berbahagia pasti dengan sepenuh hati menjalani kehidupan mereka, dimana pun mereka berada dan apa pun yang tengah mereka kerjakan.

“Jika anda ingin menjalani hidup secara maksimal, coretlah kata BOSAN dari daftar kosakata anda; jalani dan hayatilah setiap detik kehidupan kita dan terimalah dengan penuh suka cita apa saja yang anda dapatkan dari detik-detik itu.”

 

Setiap hari adalah anugerah dan hiduplah seolah-olah anda akan mati besok

Rasa syukur harus mengiringi kehidupan ini diikuti dengan niat yang kuat untuk tidak menyia-nyiakan satu hari pun yang dikaruniakan kepada kita. Saat muda, orang-orang bijak menyuruhmu menghayati setiap momen kehidupan, tetapi kita belum memahaminya. Kelak di usia senja, kita sungguh akan mengerti dan sesungguhnya kapan pun orang tidak pernah tahu berapa lama lagi mereka bisa meneguk kenikmatan dunia. Karena itu, hargai dan syukurilah setiap detik kehidupanmu seakan-akan itulah saat terakhir kalian bisa menghirup napas kehidupan.

“Jika ada sesuatu yang harus anda katakan, katakanlah segera, meski anda merasa tidak siap. Mereka mengatakan kepadaku bahwa cinta merupakan sumber makna terbesar dan juga sumber penyesalan terbesar. Salah satu dari mereka mengatakan padaku, rahasianya adalah tidak menjadi orang yang dicintai tetapi menjadi orang yang mencintai. Jika anda mencintai, anda akan mendapatkan balasannya suatu hari.”

Kita tidak bisa mengubah masa lalu, jadi ampuni diri anda dan buatlah pilihan yang berbeda. Jangan pula hidup di masa depan karena barangkali masa itu tidak akan datang. Kita tidak punya daya apapun untuk mempengaruhi masa lalu maupun hari esok. Masa lalu sudah lewat dan kini sudah jauh kita tinggalkan. Kita juga tidak berdaya menentukan masa depan apalagi hari esok belum terjadi. Memang, perbuatan kita pada hari ini bisa memengaruhi masa depan. Namun, yang bisa kita lakukan adalah menjalani hari dengan penuh kesungguhan, dan dengan segala kesadaran bertekad akan menyambut hari esok dengan segenap energi seperti yang kita curahkan pada hari dan detik ini. Hidupi hari-harimu karena mungkin saja hari ini bisa menjadi hari terakhir bagimu. Berterima kasihlah. Fokus pada apa yang anda miliki bukan apa yang tidak anda miliki.

Semuanya berjalan dengan begitu cepat, sebelum anda menyadarinya. Anda akan menjadi tua. Anggaplah setiap hari adalah anugerah. Jangan buang anugerah itu dimana pun anda berada. Setiap akhir pekan, renungkanlah beberapa pertanyaan berikut agar anda berhasil mengamalkan rahasia keempat ini:

  • Sudahkah ku jalankan semua tugasku dengan sepenuh hati hari atau minggu ini? Apakah aku benar-benar ‘hidup’ hari ini atau hanya menjalaninya tanpa arti? Dan apakah aku melangkahkan kaki dengan penuh kesadaran atau hanya berlari membabi buta?
  • Apa saja hal yang ku syukuri hari atau minggu ini? Masihkah aku berkata, “Aku pasti bisa bahagia seandainya …” Sudahkah aku memilih untuk menjalani hidupku dengan sepenuh hati minggu ini?
  • Sudahkah aku menjalani hidupku hari atau minggu ini secara total atau justru ku biarkan masa lalu atau hari esok mencuri kebahagiaanku hari ini?

 

Rahasia Kelima : Berikan lebih banyak dari yang anda dapatkan

“Seorang manusia belum pantas disebut hidup kalau dia belum mampu melepaskan diri dari kepompong egonya dan mulai memikirkan kepentingan umat manusia.”

Martin Luther King, Jr

“Bagiku, hidup bukan sebatang lilin pendek yang akan segera padam. Hidup ini seperti obor terang yang dapat ku genggam untuk sesaat, dan aku ingin memastikan obor itu terus menyala terang sebelum aku menyerahkannya kepada generasi penerus di masa depan.”

George Bernard Shaw

Orang selalu mengatakan bahwa hal yang paling penting dalam hidup ini sesungguhnya apa yang kelak anda tinggalkan, sebuah perubahan yang tercipta karena eksistensi anda di dunia ini.

Hal penting lainnya adalah bagaimana cara kita memperlakukan orang lain dan bagaimana kita berinteraksi dengan lingkungan kita. Kita harus memikirkan dampak dari setiap tindakan kita terhadap masa depan. Berikan lebih banyak daripada yang anda dapatkan karena apa yang kita ambil tidak memiliki arti, namun kita mengingat apa yang telah kita tinggalkan.

“Jika anda tidak bahagia, sibukkan diri anda dengan melakukan sesuatu untuk orang lain. Jika anda hanya mementingkan diri sendiri maka anda tidak akan bahagia. Tetapi jika anda bersungguh-sungguh membantu orang lain maka anda akan menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan datang jika anda mengabdikan hidup dan menebarkan cinta kasih.”

Juana

Berikut adalah daftar pertanyaan yang harus anda renungkan setiap minggu yang akan membantu kita mengamalkan rahasia ini:

  • Sudahkah aku mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik dalam hari atau minggu ini walaupun hanya dengan melakukan hal sekecil apa pun?
  • Sudahkah ku ingatkan diriku sendiri bahwa aku telah menciptakan perubahan, meskipun aku tidak menyadarinya?
  • Sudahkah aku bersikap dermawan dan pemurah dalam hari atau minggu ini? Bagaimana caranya agar aku bisa meningkatkan kemurahan hatiku esok hari atau minggu depan?
  • Apakah aku terlalu mementingkan diriku sendiri hari atau minggu ini (mengejar harta, status, atau kekuasaan) daripada kepentingan masyarakat yang lebih luas (kontribusi dalam upaya menjadikan dunia lebih baik)?
  • Bagaimana caranya agar aku bisa lebih intensif mempraktikkan rahasia ini minggu depan?

 

Jika anda sudah tahu, laksanakan (jalankan semua rahasia ini)

“Orang bijak tahu apa yang harus dia lakukan; orang bestari benar-benar melakukannya”

David John Star

Bagi kebanyakan orang, kesulitan terbesar yang mereka hadapi bukan karena tak tahu apa yang harus dilakukan, melainkan karena tidak ada kemauan untuk melakukannya. Boleh jadi sebagian besar dari kita sudah tahu semua rahasia untuk mencapai kebahagiaan dan tujuan hidup, tetapi tetap juga tidak menjalankannya. Pengetahuan hanyalah langkah awal.

Bagaimana caranya agar kita benar-benar dapat menjalankan kelima rahasia itu di dalam kehidupan ini? Bagaimana, setelah mengetahuinya, kita dapat benar-benar mengamalkannya? Jawabannya adalah dengan metode belajar alami. Apa itu metode belajar alami? Suatu metode dimana kita belajar secara alami dengan melihat, mendengar dan bereksperimen. Selama proses belajar itu, kita terus melakukan perbaikan sampai akhirnya benar-benar mahir dan menguasainya. Mari kita terapkan ide sederhana tentang cara belajar alami ini untuk menciptakan perubahan-perubahan yang lebih kompleks dalam kehidupan dewasa kita sekarang.

Kalau 'mengetahui' adalah langkah pertama dalam proses belajar alami, berarti bisa dikatakan bahwa kita cenderung berusaha menirukan apa yang kita ketahui. Ide ini sepele saja, tetapi dampaknya besar dalam mengubah kehidupan kita. Kita akan menjadi apa yang kita perhatikan. Semakin intensif kita mengetahui atau mengamati sesuatu, semakin besar kemungkinan kita untuk menirukan yang kita amati itu.

Perbanyak merenungi, memperhatikan dan menyimak dengan serius untuk menumbuhkan kesadaran dan kesadaran itulah yang akan menghantarkanmu pada eksperimen. Sebab kesadaran memancing orang untuk bereksperimen.

Tindakan tanpa visi hanya akan membuang-buang waktu, tetapi visi tanpa tindakan tak berbeda dengan mimpi di siang hari. Kelima rahasia dalam buku itu adalah visi, dan metode-metode yang dijelaskan memberikan cara untuk bertindak. Hidup anda tidak akan berubah jika anda hanya tahu rahasia-rahasia itu tanpa menjalankannya.

“Apa pun kesalahan yang anda buat, berapa pun kesalahan dan penyesalan yang menghantui anda, tanamlah sebuah pohon baru hari ini juga. Jika anda menerapkan lima rahasia ini, anda bisa melawan godaan “menghakimi” hidup anda.”

 

Bersiap menyambut kematian yang penuh damai : orang bahagia tidak takut mati


Orang yang hidup dengan bijak tidak takut mati. Kematian kita merupakan cerminan dari kehidupan kita. Jika kita hidup dengan bijaksana, niscaya kita bisa menerima maut sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Bukanlah maut yang perlu kita takuti tetapi anugerah hidup yang disia-siakan, itulah yang lebih berhak untuk ditakutkan.

Detik-detik terakhir di umur senjamu harus kau gunakan untuk menyambut datangnya ajal dan bersiap-siap meninggalkan kehidupan yang fana ini. Sebelum bisa menerima keniscayaan ajal, kita tidak akan pernah memahami makna kehidupan. Sebelum keyakinan akan datangnya ajal mengakar kuat dalam jiwa, kita tidak akan tahu cara menjalani hidup yang benar. Tetapi kalau kita bisa menerima kematian sebagai salah satu bagian kehidupan, kita pasti bisa menjalani hidup ini dengan baik. Kematian membuat hidup menjadi penting dan berharga. Dan karena itu, kita semua pasti akan mati. Kita tidak bisa mengisi hidup dengan optimisme jika belum bisa menerima kepastian datangnya ajal.

“Jujurlah kepada diri sendiri, jangan ada penyesalan, jadilah cinta, jalani hidup dengan sepenuh hati dan berikanlah lebih banyak dari yang anda dapatkan. Kita seharusnya menemukan rahasia ini jauh hari sebelum kita mati.”

 

Pelajaran terakhir : Tidak pernah ada kata terlambat untuk menjalankan kelima rahasia ini

Yang paling penting bukanlah kapan kita menemukan kelima rahasia itu, melainkan apa saja yang kita lakukan untuk menemukannya. Berapa pun usia kita, atau kesalahan-kesalahan apa saja yang telah kita perbuat, jika kita bersedia menjalankan rahasia-rahasia kehidupan itu kita pasti akan mulai berubah.

Tidak ada kata terlambat untuk menyambut kelima resep rahasia hidup yang ada di buku ini dan menanggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang telah melekat pada diri kita sekian tahun lamanya. Satu tahun saja sisa hidup yang kita jalani dengan bijak pasti dapat mengobati banyak luka hati.

“Jangan biarkan ketakutan menguasaimu.”

Felisa Cheng

“Tegarlah, berjiwa besarlah dan kasihi sesamamu.”

Elizabeth

Berhentilah menghakimi kehidupan yang telah anda pilih sendiri dan teruslah meniti kehidupan yang tersisa. Apa pun kesalahan yang telah anda buat dan tidak peduli sebanyak apa penyesalan menodai masa lalu anda, tanamlah sebatang pohon baru hari ini juga. Mulailah menjalankan kelima rahasia itu, atau amalkan dengan lebih bersungguh-sungguh. Itulah yang diinginkan para tetua bijak yang untaian mutiara kearifannya telah menghiasi halaman-halaman buku ini.


Referensi : 

Izzo, J. 2008. Temukan Lima Rahasia Sebelum Mati. Jakarta Selatan: PT. Cahaya Insan Suci.

Komentar

  1. Masyaallah Tabarakallah, terus semangat untuk berkarya

    BalasHapus
  2. makasih ya kamu atas komentar positifnya, barakallah..

    BalasHapus
  3. Setelah membaca artikel ini, membuat saya pribadi untuk merubah diri menjadi lebih baik lagi dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Gak sabar nunggu artikel selanjutnya. I'm a new your fans now :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, senang sekali kalau begitu. Semoga senantiasa bermanfaat.. barakallah

      Hapus

Posting Komentar