Agar Dicintai Allah

  

Hidup terasa hampa bila Allah tidak mencintai seseorang. Tidak ada artinya hidup bergelimang harta, terkenal, banyak kawan, pengalaman luas dan umur yang panjang jika Allah tidak lagi menyayanginya. Cinta Allah adalah cinta yang sempurna. Ada dua cinta di dunia ini yang tidak pernah luntur, yaitu cinta Allah kepada hamba-Nya dan cinta ibu kepada anaknya. Namun, keduanya tidak bisa disamakan. Cinta Allah adalah cinta yang tidak terbatas dan tidak bisa disamai dengan apapun dan siapapun. Dalam QS. Al-A'raf ayat 156 disebutkan bahwa Allah SWT berfirman, "Rahmat (kasih sayang-Ku) meliputi segala sesuatu".

Allah bila mencintai seorang hamba maka Ia akan mengumumkannya sebagaimana bunyi hadits berikut: Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

إذا أحبَّ الله العبدَ نادى جبريل: إن الله يحبُّ فلانًا فأحبِبْه، فيحبه جبريل، فينادي جبريل في أهل السماء: إن الله يحب فلانًا فأحِبُّوه، فيحبه أهل السماء، ثم يوضع له القبول في الأرض

“Apabila Allah mencintai seorang hamba maka Dia menyuruh Jibril. Sesungguhnya Allah mencintai Fulan maka cintailah dia, maka Jibril pun mencintainya. Lalu Jibril menyeru penduduk langit,”Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah dia, maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian menjadi orang yang diterima di muka bumi.” (HR. Bukhari).

Allah SWT. akan memberikan hikmah pemahaman agama yang baik sehingga dia mudah dalam berbuat kebaikan dan menjauhi perbuatan dosa. Allah SWT. berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 269:

يُؤْتِى ٱلْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ ٱلْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

Artinya: Allah menganugerahkan Al Hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لَا يُحِبُّ وَلَا يُعْطِي الدِّينَ إِلَّا لِمَنْ أَحَبَّ فَمَنْ أَعْطَاهُ اللَّهُ الدِّينَ فَقَدْ أَحَبَّهُ

”Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memberikan dunia kepada orang yang dicintai dan kepada yang tidak dicintai, namun tidak memberikan agama kecuali kepada orang yang dicintai-Nya. Maka, barangsiapa yang Allah berikan agama, berarti Allah mencintainya.” (HR Ahmad).

Seorang hamba yang dicintai Allah lebih mustajab doanya dan terlindungi dari marabahaya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “… Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pasti melindunginya.” (HR. Bukhari).

Bagaimana agar kita dicintai Allah?

Rasulullah SAW telah menunjukkan jalan kepada kita bagaimana menjadi hamba yang dicintai Allah. Sebagaimana telah difirmankan Allah, “Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31).

“Cintailah apa yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, dan bencilah apa yang dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Ahmad).

Berbicara mengenai cinta berarti siap untuk berkorban. Tidak ada cinta tanpa pengorbanan apalagi cinta seorang hamba kepada Pencipta-Nya. Ketika kita mengharapkan kecintaan dari Allah SWT. kita harus berkorban dan berkomitmen diantaranya dengan cara menunaikan kewajiban kita kepada Allah SWT, melaksanakan amalan-amalan Sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan menjauhi perbuatan dosa yang dimurkai Allah SWT. Selain itu, Allah SWT. akan menguji orang-orang yang mengaku cinta kepada-Nya dan memerintahkan kepada mereka untuk menunjukkan dan menetapkan kecintaan dengan hujjah (tanda atau bukti) dan dalil yang kuat.

Tidak ada cinta yang boleh melebihi cinta kepada Allah

Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS. At-Taubah: 24)

Yang Paling Dicintai Allah

Rasulullah SAW telah bersabda dalam suatu hadits:

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاس  , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani).

Orang-Orang yang Dicintai Allah

1.        Allah Mencintai Orang-Orang Baik

“Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195).

2.        Allah Mencintai Orang-Orang yang Mau Bertobat dan Mensucikan Diri

“…Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).

3.        Allah Mencintai Orang-Orang Bertakwa

“… Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.” (QS. Al-Hujurat: 13).

4.        Allah Mencintai Orang-Oraang yang Sabar

“Taatilah Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46).

5.        Allah Mencintai Orang-Orang yang Pandai Bersyukur

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS. Ibrahim: 7).

6.        Allah Mencintai Orang-Orang yang Mencari Keberkahan

“Makanlah apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu sebagai rezeki yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu beriman.” (QS. Al-Maidah: 88).

7.        Allah Mencintai Orang-Orang yang Berbakti kepada Orang Tua

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra: 23).

8.        Allah Mencintai Orang-Orang yang Jujur

Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Az-Zumar: 33).

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (QS. An-Nahl: 105).

“Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.” (HR. Tirmidzi).

9.        Allah Mencintai Orang-Orang yang Amanah

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal: 27).

10.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Pemaaf

“(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 1340.

11.    Allah Mencintai Orang yang Bekerja Sungguh-Sungguh

“Sesungguhnya Allah menyukai hamba yang bekerja dan terampil. Siapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya maka ia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah.” (HR. Ahmad).

“Siapa yang mencari nafkah yang halal guna menjaga dirinya dari meminta-minta, guna memenuhi kebutuhan keluarga, serta guna berbagi dengan tetangga, maka ia datang pada hari kiamat dengan wajah laksana bulan di malam purnama.” (HR. Thabrani).

12.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Bertawakal

“… Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. At-Talaq: 3).

13.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Berkata Baik

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaknya dia berkata baik atau diam” (HR Muslim).

14.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Senantiasa Muhasabah Diri

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).

15.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Mampu Menahan Amarah

“(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”(QS. Ali Imran: 134).

16.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Memberikan Kemudahan

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR Muslim)

“… Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran…” (QS. Al-Baqaraah: 185).

17.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Istikamah

“Dia (Allah) berfirman, “Sungguh, permohonan kamu berdua telah diperkenankan. Maka, tetaplah kamu berdua (pada jalan yang lurus) dan janganlah sekali-kali kamu berdua mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui.” (QS. Yunus: 89).

“Belum dinamakan lurus keimanan seseorang, sehingga lurus pula hatinya; dan belum dinamakan lurus hatinya, sehingga lurus pula lisannya.” (HR. Ahmad).

18.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Menepati Janji

“Tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji. Janganlah kamu melanggar sumpah(-mu) setelah meneguhkannya, sedangkan kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nahl: 91).

Jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan hal itu besok, kecuali (dengan mengatakan), “Insyaallah.” Ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (QS. Al-Kahf: 23-24).

19.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Ikhlas

“Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah semata.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i).

20.     Allah Mencintai Orang-Orang yang Berlaku Adil

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.” (QS. An-Nahl: 90).

21.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Memiliki Rasa Malu

“'Iman itu lebih dari 70 (tujuh puluh) atau 60 (enam puluh) cabang, cabang iman yang tertinggi adalah mengucapkan 'La ilaha illallah', dan cabang iman terendah adalah membuang gangguan (duri) dari jalan, dan rasa malu merupakan cabang dari iman.'' (HR. Bukhari dan Muslim).

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla Maha Pemalu, Maha Menutupi, Dia mencintai rasa malu dan ketertutupan. Apabila salah seorang dari kalian mandi, maka hendaklah dia menutup diri.” (HR. Baihaqi).

“Malu adalah bagian dari iman, sedang iman tempatnya di Surga dan perkataan kotor adalah bagian dari tabiat kasar, sedang tabiat kasar tempatnya di Neraka.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Hiban, dan Al Hakim).

22.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Memberi Manfaat

"Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (H.R. Bukhari).

23.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Saling Menasihati

“Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran, dan saling menasehati untuk kesabaran.” (QS. Al-Ashr: 2-3).

"Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun." (HR Muslim).

“Barangsiapa yang melihat kemungkaran, cegahlah kemungkaran itu dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya. Maka yang demikian itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).

24.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Berpenampilan Rapi

“Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan bulu (sebagai bahan pakaian untuk menghias diri). (Akan tetapi,) pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu merupakan sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Allah agar mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raf: 26).

“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan” (HR. Muslim)

25.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Suka Damai

“Perdamaian itu adalah perbuatan yang amat baik.” (QS. An-Nisa: 128)

Diriwayatkan oleh malik dari Abu Hurairah RA, bahwa rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah prasangka karena prasangka itu adalah cerita yang paling dusta, dan janganlah kamu saling memaki, saling mencari kesalahan, saling membanggakan, saling ber-iri, saling membenci dan jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. At-Tirmidzi)

26.    Allah Mencintai Orang yang Suka Melaksanakan Amar Makruf Nahi Mungkar

“…Dia menyuruh mereka pada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, menghalalkan segala yang baik bagi mereka, mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban serta belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan bersamanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung.” (QS. Al-A’raf: 157).

27.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Menangis Karena Takut Kepada Allah

“Tidak ada sesuatu pun yang lebih Allah cintai daripada dua tetes dan dua jejak kaki, setetes air mata karena takut kepada Allah, dan setetes darah yang tumpah di jalan Allah. Adapun dua jejak kaki adalah, satu jejak kaki di jalan Allah, dan satu jejak dalam (melaksanakan) satu perintah Allah.” (HR. Tirmidzi).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi, An-Nasa’i).

28.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Zuhud

“…Katakanlah, “Kesenangan di dunia ini hanyalah sedikit, sedangkan akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun.” (QS. An-Nisa: 77).

“Zuhudlah terhadap dunia, niscaya engkau dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya engkau dicintai manusia.” (HR. Ibnu Majah).

“Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77).

29.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Tidak Merendahkan Sesama

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau dengan berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan. (HR. Abu Daud).

30.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Selalu Tersenyum dan Menghibur Sesama

“Jangan pernah remehkan kebaikan. Meskipun hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim).

“Senyummu dihadapan saudaramu itu sedekah.” (HR. Tirmidzi).

31.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Istikamah Membaca Al-Qur’an

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Bacalah Al-Qur’an. Sebab, ia akan datang memberikan syafaat pada hari Kiamat kepada pemilik (pembaca, pengamal)-nya,” (HR. Ahmad).

Allah berfirman, “Siapa saja yang disibukkan oleh membaca Al-Qur’an, hingga tak sempat dzikir yang lain kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya balasan terbaik orang-orang yang meminta. Ingatlah, keutamaan Al-Qur’an atas kalimat-kalimat yang lain seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya,” (HR. Al-Baihaqi).

32.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Senantiasa Mengingat Kematian

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).” (QS. Az-Zumar: 30).

“Orang yang pandai adalah orang yang mampu mengevaluasi dirinya dan beramal (mencurahkan semua potensi) untuk kepentingan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah ialah orang yang mengikuti hawa nafsu, kemudian berangan-angan kosong kepada Allah” (HR. Tirmidzi).

Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, “‘Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya. Itulah mereka yang paling cerdas’” (HR. Ibnu Majah).

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” (QS. Ali ‘Imran: 185).

33.    Allah Mencintai Orang-Orang yang Gemar Bersedekah

Rasulullah Saw bersabda: “Sedekah yang diberikan secara diam-diam dapat memadamkan murka Allah, silaturahim menambah usia dan perbuatan baik dapat menjaga dari kematian yang jelek”. (HR. Al-Baihaqi).

Rasulullah Saw bersabda: “Yang menyertai orang mukmin dari amal kebaikannya setelah kematiannya adalah: ilmu yang pernah ia ajarkan dan ia sebarkan, atau anak shaleh yang ia tinggalkan, atau mushaf (al-Qur’an) yang ia wariskan, atau masjid yang telah ia bangun, atau rumah yang pernah ia bangun untuk Ibnu Sabil, atau sungai (aliran air) yang pernah ia alirkan, atau sedekah yang ia keluarkan dari hartanya ketika ia sehat dan dalam kehidupannya, maka akan menyertainya setelah kematiannya”. [Hadits Hasan]. (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan al-Baihaqi). 

 

Referensi :

Jannah, Zakiah Nur. 2022. Agar Dicintai Allah. Yogyakarta: C-Klik Media.

https://quran.kemenag.go.id/

https://www.republika.co.id/berita/qv1vw1320/5-tanda-allah-swt-mencintai-hamba-muslim

https://tafsirweb.com/1035-surat-al-baqarah-ayat-269.html

https://www.mustafalan.com/2021/03/hadits-tentang-bekerja.html

https://www.republika.id/posts/10514/berkatalah-yang-baik#:~:text=%E2%80%9CBarang%20siapa%20yang%20beriman%20kepada,(HR%20Muslim%20no%20222).

https://www.republika.co.id/berita/ql5dwe430/keutamaan-menolong-dan-memudahkan-urusan-orang-lain

https://kumparan.com/berita-hari-ini/kumpulan-hadits-tentang-rasa-malu-untuk-direnungkan-umat-muslim-1x4LCpiERSA/full

https://almanhaj.or.id/13029-tujuh-golongan-yang-dinaungi-allah-azza-wa-jalla-pada-hari-kiamat-2.html

https://islam.nu.or.id/ubudiyah/keutamaan-membaca-al-qur-an-dalam-hadits-rasulullah-egWze

https://muslim.or.id/59956-begini-maksud-perintah-sering-mengingat-kematian.html

https://www.muslimterkini.com/ragam/pr-902299366/15-hadits-tentang-sedekah-beserta-arabnya-setiap-muslim-wajib-bersedekah?page=6

 


Komentar

  1. Request Next Topik
    "Insecure Ke Pada Allah"

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas requestnya ;) insyaallah akan dicarikan referensi yang mirip sama minatmu ya.

    BalasHapus
  3. Artikel yang sangat positif 👍🏻

    BalasHapus

Posting Komentar